GORONTALO. NSLIC/NSELRED mendukung pengembangan ekonomi lokal di lima kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo berbasis pada komoditas unggulan daerah antara lain kelapa, jagung, sapi dan pariwisata. Berbagai komoditas unggulan Provinsi Gorontalo yang menjadi perhatian dan mendapatkan dukungan NSLIC/NSELRED tersebut telah dikaji sejak 2017 dan terus dilakukan pengembangan hingga kini. Salah satu komoditas yang banyak melibatkan usaha mikro, kecil, menengah di Provinsi Gorontalo adalah komoditas kelapa. Komoditas ini memiliki bagian-bagian produk yang bernilai ekonomis tinggi seperti buah kelapa, air kelapa, tempurung kelapa dan sabut kelapa. Sementara produk olahan dari kelapa yang banyak diminati oleh masyarakat adalah minyak kelapa dan minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO).

Produksi minyak kelapa di Provinsi Gorontalo banyak dikerjakan oleh industri skala rumah tangga dan kelompok-kelompok perempuan. Industri pengolahan minyak kelapa ini makin berkembang dengan adanya Kebijakan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang membeli minyak kelapa hasil pengolahan Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai salah satu bagian dari program bantuan sosial. Perkembangan IKM Minyak Kelapa tersebut membutuhkan pengawasan pada proses produksi untuk menjamin kualitas produk.

Proyek NSLIC/NSELRED telah menghadirkan tenaga ahli, pengusaha nasional dan asosiasi pengusaha minyak kelapa nasional untuk memberikan masukan dan bantuan teknis dalam peningkatan kapasitas dan kualitas produksi minyak kelapa di Provinsi Gorontalo. Berdasarkan berbagai pelatihan dan uji coba, NSLIC/NSELRED telah menyusun Buku Panduan Standarisasi Mutu Pengolahan Minyak Kelapa dan memberikan bantuan alat produksi bagi IKM untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas olahan minyak kelapa di Provinsi Gorontalo agar dapat bersaing di pasar internasional.

Peluncuran Buku Panduan dan serah terima bantuan alat produksi olahan minyak kelapa tersebut digelar 13 Agustus 2018 di Rumah Dinas Bupati Gorontalo dan dihadiri oleh Direktur Direktorat Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Perdesaan (DTTP) Kementerian PPN/Bappenas, Sumedi Andono Mulyo, Senior Development Officer Global Affairs Canada (GAC), Jeffrey Ong, Direktur Proyek NSLIC/NSELRED, Rino A. Sa’danoer, perwakilan Komite Koordinasi di tingkat Provinsi (Provincial Coordination Committee/PCC) Gorontalo, Multi-stakeholders Forum, IKM, universitas dan LSM.

Direktur Proyek NSLIC/NSELRED, Rino A. Sa’danoer menyerahkan bantuan alat produksi pengolahan minyak kelapa kepada IKM Tunas Sejahtera didampingi oleh Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, Direktur DTTP Kementerian PPN/Bappenas, Sumedi Andono Mulyo dan Senior Development Officer GAC, Jeffrey Ong. [Photo: NSLIC/NSELRED]

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo mengatakan, “Ada sekitar 20.000 hektar perkebunan kelapa milik rakyat di Kabupaten Gorontalo dan banyak industri rumahan yang menghasilkan VCO, minyak goreng kampung, camilan dan juga produk lainnya. Kami sangat berterima kasih atas dukungan NSLIC/NSELRED sehingga melalui program ini industri pengolahan minyak kelapa di Gorontalo akan semakin berkembang dan produk kami dapat diterima oleh pasar nasional bahkan internasional. Permintaan minyak kelapa di pasaran semakin meningkat karena minyak kelapa lebih sehat. Kami akan terus mendorong pengembangan komoditas unggulan lokal seperti VCO, jagung dan sektor wisata agar dapat membuka lapangan kerja dan bersama-sama menekan angka kemiskinan di Kabupaten Gorontalo.”

Pomalingo juga mengapresiasi dukungan teknis dan bantuan alat produksi pengolahan minyak kelapa dari NSLIC/NSELRED kepada Industri Kecil dan Menengah (IKM) Tunas Sejahtera. Beliau berkomitmen mengalokasikan dana APBD untuk membeli tambahan sepuluh unit alat produksi yang rencananya akan diproduksi oleh Politeknik Gorontalo.

Perwakilan IKM Tunas Sejahtera, Wahyu mengatakan, “Sebenarnya sudah sejak lama IKM kelompok pengolah minyak kelapa seperti kami berharap memperoleh dukungan dari pemerintah atau mitra. Akhirnya harapan kami terwujud. Kami sangat berterima kasih kepada Bupati, Kementerian PPN/Bappenas, GAC dan NSLIC/NSELRED atas dukungan pelatihan dan alat produksi sehingga kami dapat meningkatkan mutu dan kuantitas produksi minyak kelapa sekaligus memperluas pemasarannya.”

Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Perdesaan, Kementerian PPN/Bappenas, Sumedi Andono Mulyo menambahkan, “Melihat semangat pemerintah daerah dan para pelaku usaha di Gorontalo ini, saya optimis produk unggulan daerah dapat terus dikembangkan. Pengolahan kelapa menjadi VCO, minyak goreng dan camilan khas daerah adalah contoh inovasi yang harus diapresiasi. Kementerian PPN/ Bappenas bersama pemerintah daerah, GAC dan NSLIC/NSLRED akan terus memfasilitasi inovasi-inovasi yang dapat memberikan nilai tambah pada produk unggulan lokal untuk peningkatan ekonomi daerah, iklim investasi dan pendapatan masyarakat.” kata Sumedi.

“Kami berharap Panduan Standarisasi Mutu Pengolahan Minyak Kelapa dan alat produksi ini dapat menjadi referensi praktis dan stimulan bagi IKM untuk lebih bersemangat meningkatkan kualitas produk mereka. NSLIC/NSELRED akan terus mendukung upaya pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam penguatan kapasitas para pelaku usaha daerah, perizinan dan dukungan teknis lainnya.” tambah Direktur Proyek NSLIC/NSELRED, Rino A. Sa’danoer.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo (kedua dari kanan) bersama Direktur Proyek NSLIC/NSELRED, Rino A. Sa’danoer (paling kanan), Direktur DTTP Kementerian PPN/Bappenas, Sumedi Andono Mulyo (kedua dari kiri) dan Senior Development Officer GAC, Jeffrey Ong (paling kiri) dalam Peluncuran Panduan Standarisasi Minyak Kelapa di Kabupaten Gorontalo (13/8). [Photo: NSLIC/NSELRED]

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.