GORONTALO UTARA. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melakukan panen raya jagung di Desa Botuwombato, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara pada 1 Maret 2019 lalu. Luas lahan yang dipanen kali ini adalah 1.392 hektar yang berada di dua lokasi yaitu Desa Botuwombato di Kecamatan Kwandang dan Desa Motilango di Kecamatan Tibawa. Kabupaten Gorontalo Utara adalah salah satu lumbung jagung bagi Provinsi Gorontalo. Total lahan siap panen di Kecamatan Kwandang yang terdiri dari 15 desa dan Kecamatan Tibawa yang terdiri dari tujuh desa saja mencapai 5.695 hektar.

Di lokasi tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menyaksikan panen jagung dengan menggunakan mesin Combain. Mesin ini mampu memanen satu hektar lahan jagung hanya dalam tiga jam. Presiden juga menyerahkan bantuan benih jagung kepada enam orang perwakilan petani. Saat dialog bersama masyarakat, Presiden Jokowi menekankan bahwa pemerintah terus memacu produksi jagung nasional dan meningkatkan harga komoditas jagung. “Kalau ada kelebihan produksi, harus ada sebagian yang kita ekspor agar harga tetap stabil dan menguntungkan petani. Beberapa tahun lalu banyak petani yang mengeluh karena harga jagung dalam negeri sangat rendah. Langsung kami kaji apa penyebabnya kemudian kami buat peraturan presiden sehingga mendukung kenaikan harga jagung,” kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara, Iriana Widodo didampingi oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat panen raya jagung di Desa Botuwombato, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara pada 1 Maret 2019. [Photo: Sekretariat Kabinet RI]

Presiden Joko Widodo berdialog bersama petani dan masyarakat di sela acara panen raya jagung dan penyerahan bantuan bibit jagung. [Photo: Humas Provinsi Gorontalo]

Harga batas bawah jagung yang ditetapkan oleh pemerintah adalah Rp 3.150 per kilogram. Hingga akhir Februari 2019, harga jagung kering di pasaran dengan kadar air di bawah 17% berkisar Rp 3.200 hingga Rp 3.800 per kg. Penetapan harga minimal tersebut untuk memperhatikan kesejahteraan petani, peternak dan masyarakat. Jika harga jagung terlalu mahal dikhawatirkan berdampak pada kenaikan harga pakan ternak, ternak, daging dan telur ayam bagi masyarakat.

Presiden Jokowi merasa bangga kubutuhan impor jagung Indonesia terbilang rendah karena sudah bisa disuplai dari produksi petani jagung dalam negeri. “Atas nama pemerintah, Saya sangat berterima kasih kepada para petani dan pemerintah daerah yang menjadi sentra penghasil jagung di Indonesia, salah satunya Provinsi Gorontalo. Berkat upaya bersama, Indonesia tidak tergantung lagi pada impor jagung. Mari terus tingkatkan produktivitas jagung sehingga petani bisa semakin sejahtera,” tambahnya.

Target ekspor jagung Provinsi Gorontalo naik menjadi 150.000 ton dari total target 1,7 juta ton produksi jagung Provinsi Gorontalo pada 2019 ini. Tahun lalu, Gorontalo mampu mengekspor 113.000 ton dari target awal sebesar 58.000 ton. Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, total produksi jagung Provinsi Gorontalo pun cenderung naik yaitu dari 1.552.001 ton di tahun 2017 menjadi 1.580.367 ton pada 2018.

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menilai pemerintah pusat sangat serius mendorong peningkatan produksi jagung Gorontalo dan pihaknya siap mendukung. Provinsi Gorontalo tahun ini menerima alokasi bantuan benih dan pupuk jagung untuk 150.000 hektar dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah membuka lahan baru pertanian jagung dengan memanfaatkan lahan Areal Penggunaan Lain (APL) dan melakukan pendataan Calon Penerima Calon Lahan (CPCL) di lima kabupaten. Pemerintah provinsi juga telah memberikan bantuan berupa 10 unit dryer dengan kapasitas 6 ton/jam, lantai jemur dan terpal kepada kelompok petani untuk menjaga kualitas jagung kering sehingga dapat meningkatkan harga jual jagung.

 

Hasil Demoplot Jagung Dukungan NSLIC/NSELRED Capai 9,3 Ton per Hektar

Perkebunan jagung di Desa Botuwombato yang menjadi lokasi panen raya jagung oleh Presiden Joko Widodo. [Photo: Humas Provinsi Gorontalo]

Sebagai percontohan penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan penanganan pascapanen jagung, NSLIC/NSELRED bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memberikan dukungan teknis peningkatan produktivitas jagung dan berbagai pelatihan kepada kelompok tani dan pelaku usaha jagung. Pengembangan demo plot jagung dukungan NSLIC/NSELRED seluas dua hektar di Desa Botuwombato, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara menunjukkan hasil yang signifikan dan membantu meningkatkan pendapatan para petani jagung. Keberhasilan ini diapresiasi oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo salah satunya melalui penunjukkan Desa Botuwombato sebagai lokasi panen raya jagung saat Presiden Jokowi berkunjung ke Provinsi Gorontalo pada 1 Maret 2019.

Kepala Desa Botuwombato, Mahmud Mulyadi (39) mengaku bangga atas capaian tersebut. Mulyadi yang juga Ketua Kelompok Tani dengan 21 anggota aktif mengembangkan kapasitas melalui berbagai pelatihan yang difasilitasi NSLIC/NSELRED bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara sejak setahun lalu. “Kami sangat merasakan manfaat dukungan pemerintah daerah dan NSLIC/NSELRED untuk peningkatan produktivitas jagung. Terlebih lagi, baru-baru ini Presiden Joko Widodo, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie berkenan mengunjungi dan melakukan panen raya di Desa Botuwombato, salah satunya di lokasi demo plot jagung kami. Tentu saja ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri.” kata Mulyadi.

Mulyadi yakin bahwa penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan penanganan pascapanen dapat meningkatkan produktivitas jagung. “Setelah menerapkan pengetahuan yang Kami peroleh dari pelatihan pengolahan lahan, bibit unggul, pemupukan hingga penanganan pascapanen jagung yang difasilitasi oleh NSLIC/NSELRED bersama Pemda, lahan demoplot jagung Saya yang awalnya hanya menghasilkan 6 – 7 ton per hektar kini mencapai 9,3 ton per hektar. Secara kalkulasi, dari hasil demoplot seluas dua hektar tersebut jika dikurangi biaya produksi maka pendapatan bersih Saya meningkat dari Rp 2 – 2,5 juta menjadi Rp 4 juta per bulan.” lanjut Mulyadi.

Untuk memperluas hasil demo plot jagung, NSLIC/NSELRED bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara terus mendukung 26 kelompok tani setempat untuk menerapkan GAP dan penanganan pascapanen yang baik. Melihat hasil signifikan demo plot jagung yang dikembangkan sejak September 2018 sebagai bagian dari pelatihan-pelatihan teknis, sekitar 40 petani jagung di Kabupaten Gorotalo Utara kini mulai mereplikasi pengetahuan dan praktik yang diperoleh dari pelatihan pada lahan masing-masing.

“Setelah melihat hasilnya, banyak kelompok tani yang ingin belajar ke demo plot. Saya senang jika bisa belajar bersama dan saling bertukar pengalaman dengan mereka agar semakin banyak petani yang merasakan manfaat. Saya selalu tekankan bahwa penanganan pascapanen sama pentingya dengan teknik budidaya. Dengan kadar air di bawah 17%, harga jagung di pasaran bisa mencapai Rp 3.800 per kilogram. Semakin bagus kualitas hasil panen maka harga jual jagung akan semakin tinggi. Kami juga berharap dapat mendukung program pemerintah untuk menjadikan Provinsi Gorontalo sebagai salah satu lumbung jagung nasional.” tutup Mulyadi.

 

 

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.