Senior Advisor LRED-SF Natalis Padang mengundang narasumber pengembangan ekonomi lokal Sugeng Budiharsono untuk berdiskusi mengenai “Identifikasi Potensi Pengembangan Ekonomi Lokal” Rabu (31/5). Identifikasi potensi pengembangan ekonomi lokal dibutuhkan untuk mematangkan rencana kerja NSLIC untuk tahun 2017.  

Diskusi membahas dua tema yaitu menggali kebutuhan pengembangan ekonomi lokal melalui rencana aksi yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan membangun wadah komunikasi para pihak (LRED) yang memastikan rencana aksi dapat berjalan sesuai rencana.

Sugeng Budiharsono mengatakan bahwa rencana aksi (masterplan) merupakan bagian penting dalam mengembangkan ekonomi daerah. Namun, sebelum masterplan disusun, sebaiknya dilakukan pemetaan para aktor. Seperti subyek, pelaku, aktor, dan adakah faktor penghambat. Penyusunan rencana aksi tidak bisa berdiri sendiri (parsial), namun perlu institusi yang menjadi penggeraknya. Hal yang penting diperhatikan lainnya yaitu metode/tool, pendekatan partisipatif, inovasi pada rantai nilai (value chain). Yang menarik pada rantai nilai harus dilihat juga rantai nilai vertikal dan horizontal. Dalam konteks prioritas pembangunan ekonomi, masterplan seharusnya juga melihat pada rencana-rencana nasional pada kementerian yang terkait dengan pengembangan ekonomi lokal. 

Saat ini Kemendes PDTT sedang melakukan peninjauan terhadap masterplan yang telah disusun di kabupaten/kota. Tahun 2017, ada 10 masterplan kabupaten yang sudah dilakukan peninjauan yaitu Kabupaten Pesisir Selatan, Pandeglang, Muna, Mamuju, Aceh Timur, Kayong Utara, Buol, Manokwari, dan Jayapura.

Beberapa hal menarik pada peninjauan ini adalah perubahan metode dari district based menjadi cluster based. Implikasinya, sebelum masterplan disusun perlu identifikasi cluster ekonomi yang menentukan keberhasilan pengembangan ekonomi. Metode ini setelah diterapkan ternyata dapat menggali lebih akurat kebutuhan pengembangan ekonomi lokal.

Ke depan NSLIC/NSELRED akan mencoba menerapkan pendekatan penyusunan masterplan ini di sepuluh kabupaten pada dua provinsi lokasi proyek yaitu Sulawesi Tenggara dan Gorontalo. Sejalan dengan hal itu, pembentukan forum pengembangan ekonomi dearah di tingkat nasional dan daerah akan segera dilakukan. Forum para pihak untuk pengembangan ekonomi lokal ini akan intensif meninjau, melaksanakan, memantau pelaksanaan masterplan.

 

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.