Dalam rangka mendorong dan memfasilitasi pengembangan ekonomi kawasan perdesaan, khususnya pengembangan dan pemasaran produk lokal yang dihasilkan masyarakat dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Dharma Santika Tabanan siap memberikan dukungan mulai dari hulu (produksi) hingga hilir (pemasaran). Hal ini disampaikan Direktur BUMD Dharma Santika, I Putu Sugi Dharma, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penajaman Proposal RIF (Responsive Innovation Fund) di Aula Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Tabanan Selasa (5/12).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bapelitbang Ida Bagus Wiratmaja menyampaikan apresiasi yang dalam terhadap Pemerintah Pusat melalui proyek NSLIC/NSELRED yang telah memilih Tabanan sebagai salah satu wilayah proyek yang akan didanai melalui komponen RIF. Dia meyakinkan, bahwa peluang keberhasilan Program Inovasi (RIF) dalam mendukung perekonomian warga kawasan perdesaan cukup tinggi. “Kami memiliki BUMD yang diarahkan untuk menampung dan memasarkan produk yang dihasilkan seluruh Bumdes, silakan gunakan peluang ini untuk mempercepat berkembangnya ekonomi kawasan perdesaan. Saya berharap RIF dapat bekerja sama dengan BUMD ini”, begitu tambahnya.

Merespon tantangan dari Kepala Bapelitbang dan Direktur Dharma Santika, Asisten RIF Muslih Amin menyampaikan penjelasan bahwa RIF siap membantu mengembangan ekonomi kawasan perdesaan melalui skema bantuan teknis yang bersifat stimulan dengan pendekatan yang inovatif dan piloting. “Bantuan teknis ini nilainya tidak seberapa jika dibanding dengan kebutuhan yang besar dalam pengembangan ekonomi kawasan. Oleh karenanya kita berharap dilakukan dengan pendekatan yang efektif dan efisien, serta perlu didukung oleh sumber daya dari berbagai pihak”, paparnya. Hal ini diamini oleh pemandu diskusi yang sekaligus narasumber penajaman proposal, Yan Parhas, menurutnya berbagai program dan kegiatan yang diusulkan ke proyek NSLIC/NSELRED perlu dikonfirmasi dan ditajamkan kembali agar bantuan dari RIF dapat digunakan secara optimal sehingga mampu membangkitkan ekonomi masyarakat kawasan perdesaan.

Kegiatan FGD yang merupakan rangkaian dari proses penajaman proposal RIF di Tabanan ini diikuti dengan seksama oleh Kepala Bapelitbang, OPD terkait pengembangan ekonomi perdesaan, seluruh ‘Perbekel’ (Kepala Desa) dan Pengurus BUMDes dari 5 Desa, dan Direksi BUMD Dharma Santika.

 

 

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.