Seleksi Desa ‘Pilot’ di Kabupaten Bombana (30/11/17).

 

Bappeda Bombana dan Proyek NSLIC/NSELRED menyelenggarakan Lokakarya Desa Pilot, Kamis (30/11) di Aula Hotel Grand Lampusui Kasipute. Lokakarya satu hari ini dihadiri oleh 24 peserta dari unsur OPD terkait dan pegiat pemberdayaan desa. Kepala Bappeda Bombana Drs. Zulkarnaeni, M.Si mengatakan bahwa lokakarya ini bertujuan memetakan desa-desa di Kabupaten Bombana sebagai calon lokasi desa pilot untuk memperkuat pengembangan sentra ekonomi berbasis perdesaan, yang mendapat dukungan Proyek NSLIC/NSELRED bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Forum ini telah dimanfaatkan sebagai ruang refleksi para pihak terkait praktik baik pemberdayaan ekonomi desa di Bombana. Sejalan dengan visi kabupaten yang mengandalkan sektor pertanian sebagai unggulan daerah, peserta berpandangan pentingnya pemangku kepentingan memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan peternakan sapi. Di sektor ini, Bombana masuk dalam urutan lima dari 17 kabupaten/kota di Sultra sebagai pemasok daging lokal, maupun antar provinsi khususnya Sulawesi Selatan. Selama 10 tahun terakhir populasi sapi mencapai angka 55 ribu ekor atau terbesar ketiga setelah Konawe Selatan. Di sisi lain, tantangan pemberdayaan ekonomi desa adalah memperkuat tata kelola pemerintahan desa melalui penerapan praktik-praktik partisipasi, transparansi, akuntabilitas dan kesetaraan gender. Penyelenggara desa, secara mandiri harus mampu mengelola investasi desa berbasis BUMDes untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Peserta berhasil menyepakati kriteria lokal sebagai dasar proses seleksi calon desa pilot. Kriteria dasar yang dimaksud yaitu desa-desa yang cocok untuk peternakan sapi dan pakannya serta memiliki kelembagaan BUMDes. Kriteria dasar lainnya yaitu diharapkan lokasi desa pilot berada pada satu area kawasan terdekat. Hal ini dimaksudkan guna memperkuat kerja sama dan pertukaran informasi antar desa, Dari 144 desa pada 22 kecamatan di Bombana, disepakati enam lokasi calon desa pilot sebagai lokasi penilaian desa berada pada dua wilayah kecamatan: Rarowatu Utara dan Lantari Jaya. Enam desa tersebut yaitu Desa Langkowala, Kalaero, Lombakasih, Margajaya, Tembe, dan Wumbubangka. Lima unsur tim verifikasi desa pilot yang telah terbentuk beranggotakan BAPPEDA, Dinas PMD, Dinas Pertanian, Dinas Perindagkop dan Perwakilan Pendamping Desa (P3MD). Tim ini mulai bertugas pada akhir Desember 2017 untuk menilai dan menetapkan desa pilot yang terpilih di masing-masing kecamatan. Penguatan kawasan perdesaan ini sejalan dengan dengan amanah UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa. Salah satu prioritas utama dari alokasi dana desa adalah mengembangan sentra ekonomi perdesaan.

 

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.